“Berinovasi dalam menjalani profesi”.
Yup.. tepatnya seperti itu mungkin kini yang sedang terjadi, kalimat itu
menjadi terfikir bukan atas dasar karena hanya ingin berdamai dengan nasib
sendiri, tapi karena sedang berusaha untuk tetap mengambil sisi positif dari
apa yang tertakdir sampai detik ini, semoga.
Seperti terjadi peningkatan suhu
yang kemudian membuat tumbukan antar atom sering terjadi untuk menghasilkan
sebuah produk harapan yang banyak, padat, rapat, dan cepat, dalam suasana panas,
itulah yang tergambar ketika melempar bayang kebeberapa minggu yang lalu. Bukan
cukup menyita waktu lagi, tapi memang karena sebanyak itulah ia membutuhkan
waktu perlakuan. “Kuliah dan organisasi,
adalah dua hal yang ketika saling imbang maka akan membuat pribadi ini menjadi
sosok yang selangkah lebih maju dari mahasiswa yang lain”, begitu kata
mahasiswa sukses sering menyemangati para juniornya.
Assalamualaikum
pembaca yang budiman.. apapun kabarnya, semoga tetap yang terbaik dari-Nya
untuk kita hamba-Nya, salam semangat tanpa batas.. ^_^
Kembali lagi kali
ini saya ingin bercerita lewat tulisan yang beberapa waktu terakhir tak sempat
lahir dari rahim jemari letih saya yang tak cukup baik mengabdi dalam kurun waktu
belakangan ini. Ok, tapi kemudian saya terifikir yang lain dulu, sebuah hasil sharingku dengan seorang bijak yang kemudian menjadi alasan kenapa aku ingin
memulai cerita ini dari dialog singkatku sore itu.
Sebelumnya di suatu tempat, dan anggap
saja nama mereka nina dan nani.
Anggap saja nama mereka nina dan nani:
Anggap saja nama mereka nina dan nani:
“Na, koq rasanya sekarang beda ya, tak seperti dulu lagi. Apakah ada sesuatu yang salah dengan kita?, ataukah manajemen waktu kita ? atau yang selama ini memang bukan kita?, atau apa?, tanyanya bertubi-tubi sambil membolak-balik buku kuliah dengan mata menerawang kekaca jendela dibawah langit senja yang sedikit tak cukup mempesona. “Mmm... Ruh kita”. “ Kenapa ruh kita?, tanyanya penasaran, “sedang tidak bersama kita”, jawabku singkat dan kemudian diam terfikir al-ikhwalnya seperti apa”.
Pembaca
yang semoga selalu dalam pelukan-Nya. Ada banyak kejadian ketika kita bicara
dalam ruang lingkup yang kemudian membuat sosok mahasiswa populer di belantika
dunia perkampusan. Ya perlakuan terhadap orgaisasinya, ya tuntutan tugas kuliahnya,
dan ya sebagainya yang kalau dibuat dalam diagram pohon, maka akan menjadi
diagram pohon yang sangat rimbun dari hasil karya mahasiswa yang biasa-biasa saja. Nah..
saya dan nani sedang bicara dan memposisikan diri untuk menjadi mahasiswa yang tidak
biasa-biasa saja sore itu. Untuk indikator sebenarnya sama saja dengan yang
sudah-sudah, sejak dulu semester satu, tapi entah apanya yang terasa begitu
kian beda dan menjadi sangat sulit kami pahami dimasa-masa ini. Apakah keadaan belakangan ini
telah membuat hati kami bersikap hanya sebatas menggugurkan kewajiban tanpa
pernah serius menyelami keadaan atau apa kami tidak begitu tau persis, yang
jelas semua terasa lebih sulit dan sedikit beda dari yang biasanya.
“Bagaimana
dengan tulisan kita yang tak cukup baik bekerja sama belakangan ini ?
tenang saja.., InnAllah ma’na, All is well, tetap ikat dengan mencatanya, semoga tetap diberi semangat untuk mengembangkannya di lain kesempatan, ini hanya masalah waku saja.. kuncinya tetap lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan.
tenang saja.., InnAllah ma’na, All is well, tetap ikat dengan mencatanya, semoga tetap diberi semangat untuk mengembangkannya di lain kesempatan, ini hanya masalah waku saja.. kuncinya tetap lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan.
Bagaimana
dengan kuliah kita yang hampir terlihat seperti dipandang sebelah mata ?, Tidak.., akan tetap menjadi bagian yang
kenapa begitu penting kita pikirkan.. juga tetap lakukan yang terbaik yang
dapat kita lakukan.
“Kakak
tau apa yang kalian rasa saat ini, ya.. memang begitulah proses yang juga harus
kalian jalani. Sungguh rugi rasanya ketika hidup yang hanya sekali ini
dimanfaatkan hanya untuk mengasah satu talenta saja, oleh karena itu jadilah
pribadi yang multitalenta, mahasiswa cerdas adalah mahasiswa yang proaktif,
bukan propasif..” begitu kata beliau bijak dalam sharingku.
Nah... nani.. itu dia
jawabannya.. untuk tetap menjadi apa yang menjadi visi kita selama ini tak hanya dengan
satu kemampauan yang sedang kita pikirkan ini saja... kita sedang berinovasi sekarang, berinovasi dalam
menjalani profesi dalam rangka menjadi pribadi yang multitalenta. Ya.. reaktan
yang sedikit harus diberi perlakuan ide untuk membuatnya menghasilkan produk yang banyak, jadi artinya, untuk menjadi pribadi yang multi talenta kita juga harus mengalami proses yang banyak, dan tidak menutup kemungkinan ia adalah proses yang sulit dan bayak sehingga kita sulit memahami seperti saat ini.. Untuk ruh kita ?, mungkin karena
ia belum lebih terasa saja, dia tetap ada disini, bersama kita yang selalu
berteriak semangat pada semua kesenjangan baru yang kemudian kita defenisikan
sebagai masalah, ya, itu dia.
“Ada masa ketika kita berada pada posisi yang merupakan hasil sempurna
dari sebuah proses reaksi, tapi siapapun kita, kita tetaplah pejuang yang
selalu berusaha melewati proses itu dengan keadaan terbaik”, Tetap menjadi
gemerlap walaupun gelap, ya.. walaupun proses yang sulit ini begitu terasa kian
gelap dan pengap, tapi percayalah, jika kita bisa menjalaninya dengan baik,
justru itulah yang kemudian akan membuat kegemerlapan pada diri kita nantinya,
ya, dengan produk talenta-talenta baru, dengan ilmu-ilmu baru. ^_^.
Ok, itu ide tulisan ini. Semoga
membuat pembaca lebih bersemangat diri lagi melewati semua kesenjangan dan
masalah yang terasa dalam proses hidup kita ini, ya, walaupun gelap, tetaplah
gemerlap, dan itu pilihan. Ingat.. PILIHAN ^_^
Intinya adalah " Tetaplah Gemerlap Walaupun Gelap, artinya, apapun kondisi dan yang terjadi tetap lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan, karna boleh jadi proses yang seperti ini yang memang jalan itu "
Jadi, itu..!
Angkat topi untuk inspirator kita.. ^_^
Intinya adalah " Tetaplah Gemerlap Walaupun Gelap, artinya, apapun kondisi dan yang terjadi tetap lakukan yang terbaik yang dapat dilakukan, karna boleh jadi proses yang seperti ini yang memang jalan itu "
Jadi, itu..!
Angkat topi untuk inspirator kita.. ^_^



0 komentar:
Posting Komentar