Kamis, 13 Desember 2012

JEJAK-JEJAK PENGGANTI 2




THE SECOND MISSION TO SAD
Sindiran angin

Cukup banyak suara, tong..tong..tong.. bunyi pentongan mamang tek wan kudengar baru saja lewat dibawah, makanan sepupunya bakso ini jujur baru kukenal di jambi inilah, aku pikir dulu tek wan sama dengan bak wan, ternyata tidak. Beberapa bunyi burungpun mulai bergaduhan, riuhan komentar dari berita pagi yang terdengar samar dari TV teman sebelah kamarpun menyibukkan telingaku, belum lagi entah bunyi mesin apa yang kudengar dari jauh pagi ini sudah mulai saja dengan ganas membakar bahan bakarnya, pagi yang sibuk.
Terbangun dari kegalauan telinga. Hari ini tidak ada jadwal kuliah, jadi aku berniat ingin menghadiahkan diri dengan menghasilkan sebuah
Sabtu, 08 Desember 2012

Mengais Kenangan..




Jumat, 27 Juli 2012...
            Liburan baru saja mulai, subuh itu aku bersyukur sekali karna kembali bisa terbangun dari kasur kapas yang cukup empuk dikamarku seperti dulu. Mendengar azan subuh yang terdengar berkumandang keras disebelah rumah kemudian dengan leluasa membebaskan diri dari gelutan selimut adalah sensasi yang sudah lama kurindukan. Walaupun masih terasa pegal karna baru jam tiga tadi sampai dirumah dengan lima belas jam perjalanan jambi- padang’setelah menyambar kerudung hitam dengan manik-manik di sisi kiri dahinya itu sambil tersiuk-siuk kubuka pintu kamar. Sinar putih terang yang menguasai ruang tengah mengetuk kelopak mata dan membuatku membukanya lebar-lebar, “ini dia susana yang selama ini kurindukan tiap subuh”, bisik hatiku pelan seolah segan mengusik keheningan ruangan tengah sederhana yang menjadi syurga kami sekeluarga selama ini. 
Senin, 08 Oktober 2012

Keputusan Sekeping Hati itu Kini Kesyukuran Besarku..”



Langkah pertama kesyukuran ini..

Sang surya dibalik awan tampak begitu antusias menyemangatiku.  Ia seolah setuju dengan keputusan sekeping hatiku yang baru akan segera tertunai. Ia pancarkan cahayanya itu tajam-tajam. Ia tembakan sinarnya yang bergerak dengan kecepatan cahaya memasuki jendela kamar yang sejak subuh tadi sudah kubuka lebar-lebar. Bagai menyuruh aku bangun, ia colek mataku yang masih tertutup disamping sajadah. Aku ingat, tadi doaku saat subuh rupanya berujung dalam keheningan yang panjang, ya, aku tertidur saat membenamkan wajah diatas sajadah biru itu.
Pagi ini adalah hari keberangkatanku ke
Sabtu, 06 Oktober 2012

Catatan Akhir semster II



            Fabiaayyiaalaairabbikumatukadzibaan, ayat yang dalam QS. Ar-rahman ini diulang sampai 31 kali oleh Allah SWT, hal ini jelas sekali telah mendeskripsikan pada kita bahwa betapa kita harus banyak-banyak bersyukur atas kemaha murahan-Nya ini. Belum lagi mengetahui bahwa barang siapa yang bersyukur akan ditambah oleh-Nya, sungguh betapa bagaimana bisa aku tidak sangat mencintai ayat yang terdengar sangat lembut ini.
 Lengkap sudah  satu  tahun  jadi  mahasiswa, kalau  dicatatan pertama aku bercerita tentang