Jam hampir menunjukkan pukul 16.00 wib, diluar hujan, musyawarah kerja kami di LDF kampus baru saja usai. Tanpa komando hati pikirku lansung melayang kebagaimana kegiatan senami dalam kunjungan minggu ini. Berdasarkan hasil rapat kemaren agenda kali ini adalah berkebun bersama dan beberapa agenda rutin dalam kunjungan lainnya, sayang sekali aku tak dapat datang kali ini. Jadi ingat, bagaimana kisah dalam kunjungan minggu lalu.
Minggu pagi itu
sedikit telat bangun, semalam baru saja usai agenda UNJA EXPO yang dimotori
oleh BEM KBM Universitas Jambi dibawah kepemimpinan senior kami yang juga
terlibat dalam misi
SAD Senami ini, cuma karena beliau sibuk, jadi jarang ikut, khususnya setelah aku dan rekan-rekan angkatan muda tergabung.
SAD Senami ini, cuma karena beliau sibuk, jadi jarang ikut, khususnya setelah aku dan rekan-rekan angkatan muda tergabung.
Sedikit
menyinggung UNJA EXPO yang merupakan rangkaian acara dari peringatan ulang
tahun Universitas jambi yang ke-50, semalam baru saja terpilih Bujang gadis
UNJAnya, dan beliau adalah ketua tim dalam misi SAD Senami selama ini, kak
Turino. Keluar dari rencana semula yang menetapkan keberangkatan pukul 07.00
wib, pagi yang masih hujan seperti membuat semua tim terjebak dalam rumah
masing-masing. Aku yang merasa terjebak sendiri segera menanyakan perihal
keberangkatan kali ini. Ternyata tetap jadi, terjadi pergeseran waktu keberangktan
menjadi pukul 10.00 wib, dengan bersegera aku bersiap diri mengerjakan pekerjaan
yang harus kukerjakan pagi ini terlebih dahulu, tugas besok, sepertinya kami
akan keluar dari hutan senami cukup senja, bagimana tidak, berangkat jam 07.00
wib seperti biasa saja pulangnya kesorean, sekarang pukul 10.00 wib, pasti
kemalaman, curiga hatiku.
Akhirnya jam
10.00 wib pun tiba, waktunya bergegas, segala keperluan disana belum
dipersiapkan. Ana yang kali ini dapat PJ mulai kalang kabut meng-SMS-ku minta
bantuan, kali ini cuma kami berdua yang perempuan, ditambah lima anggota laki-laki
yang lainnya cukup muat dalam satu mobil keberangktan di pagi menjelang siang
yang masih dibaluti gerimis dingin itu. Seperti biasa, dua jam lebih
perjalanan, akhirnya lokasi yang menjadi tujuanpun tampak didepan mata.
Suasana teduh
dan hening menyelimuti lokasi yang baru saja kami injaki. Warga SAD sedang melakukan
aktifitasnya masing-masing. Lansung saja kami beristirahat sejenak di warung
dekat masjid tempat kami menyusun rencana sebelum memulai aksi bersama
adik-adik SAD. Setelah cukup rileks tak lama kemudian solat zuhurpun tiba,
ditambah dua volunter baru kali ini shaf kami dalam berjamaahpun cukup panjang
dari yang biasanya. Sebelum benar-benar terjun kelapangan, tak lupa kami mengisi
perut terlebih dahulu, makan siang bersama.
(Berkunjung ke rumah cik yam)
(Berkunjung ke rumah cik yam)
Setelah cukup
merasa punya tenaga kembali dari terkurasnya saat melakukan perjalanan kamipun
segera meluncur ke tempat Cik Yam, nenek sesepuh yang merupakan warga asli SAD
ini adalah tempat kami banyak dapat menggali cerita tentang kehidupan mereka,
dan dari pertama kali aku berkunjung, tahun lalu, beliau tampak masih sesehat
dulu, semoga umur beliau panjang, doaku diam-diam.
Lama bercerita,
bertatap muka dalam gubuk kecil itu, diluar sana adik-adik SAD sudah mulai
meriuh , mereka selalu terotomatis berkumpul kalau kami datang, memulai agenda,
seperti biasa kami menyanyikan lagu persatuan kami dulu secara berjamaah, ini
agar kembali dapat hidupnya energi-energi cinta alam dan lingkungan sebagaimana
visi misi kegiatan ini. Setelah nyanyi usai, “adik-adik.. sebelum kita mulai ke
agenda inti, kita adakan lomba menggambar terlebih dahulu, kakak sudah
persiapkan peralatannya, nanti gunainya sama-sama ya..” pengumuman salah satu
anggota tim, ya, sengaja alat dan bahannya sudah kami persiapkan, untuk kertas,
sengaja kami gunakan kertas HVS bekas, ini untuk mengajarkan adik-adik senami
pengetahuan tentang bagaimana kertas diproses dan efeknya pada lingkungan.
(semangat bersoh-bersih untuk tempat perlombaan)
(semangat bersoh-bersih untuk tempat perlombaan)
Akhrinya
perlombaanpun dimulai, beberapa mulai menumpahkan apa yang berhasil mereka
sketsa dikepala, ada yang menggambar hewan, tumbuhan dan ada juga yang paket
lengkap, temanya lingkungan. Memasuki waktu mewarnai, adik-adik senami yang
masih polos ini mulai ribut kembali, ada yang minta warna ini dan itu, mereka tampak
semangat bermain dengan hasil imajinasi mereka, bisikku dalam hati semoga
mereka lebih semangat lagi dalam bermain dengan lingkungan mereka saat ini,
hingga ada kemauan untuk tetap menjaga keasrian dan keasliannya.
(semanagat dan menikmati perlombaan menggambar, sampai guling-gulinag)
(semanagat dan menikmati perlombaan menggambar, sampai guling-gulinag)
Selang beberapa
waktu kemudian, perlombaanpun selesai, pemenangnya sudah ditemukan, “ya,
semuanya adalah pemenang, jadi ayo kita foto bersama..” teriak ketua tim, semua
tertawa bahagia dengan gambar masing-masing, ima yang awalnya malu-malu malah
yang paling heboh saat sesi foto, untuk mendapatkan background alami, sengaja
kami keluar dari posyandu tua yang menjadii markas kami selama ini, tidak jauh
berjalan menuju latar hutan, kak turino, ketua tim, yang semalam baru
dinobatkan sebagai bujang unja dikejar oleh angsa penduduk, tak dapat dihindari
lagi, tawapun pecah, tragedi, bujang unja dengan salempang emasnya yang masih
berkilau dikejar angsa saat melakukan pengabdian didusun Senami Batang Hari
Jambi.
“waktunya tanam menanam..” ujar
sebuah suara dalam keramaian tawa, “ayo ketua tim yang tadi sudah dipilih maju
untuk mengambil potnya, kalian wajib menjaga tanaman yang akan kalian tanam
bersama ini hingga besar, sekarang mari kita bibitkan dulu”, ajaknya lagi.
Semuapun sibuk membicarakan tanaman yang akan mereka tanam dalam pot kecil itu,
ada yang durian, nangka dan lain sebagainya, untuk pembibitan, tidak apa-apa
bisik kami yang lansung terkejut melihat mereka memilih tanaman tingkat tinggi
itu.
(menanam bibit durian)
(kondisi jalan yang menjebak kami beberapa saat)
Magribpun tiba,
perjalanan belum usai, beberapa kali mencari mesjid atau mushollah, akhirnya
ketemu juga, kamipun berhenti sejenak untuk menunaikan kewajiban, semua
bersegera, hari hampir isya, tidak ada jamaah yang melototi pakaian kami yang
berlumur lumpur seperti di SPBU saat ashar sore tadi, hanya anak-anak mengaji
yang kehilangan gurunya, sambil duduk-duduk di pagar mushollah mereka menyapa
kami ramah, “dari mano kak?”, kakak dari senami, ujarku sebelum berlalu,
merekapun menyumbangkan sedikit tawa pada wajah-wajah kami yang lelah. Misi
hari ini selesai, waktunya istirahat dan berlabuh dirumah masing-masing, dan
yang terpikir dibenakku selanjutnya adalah bagaimana menuang kisah ini dalam
tulisan yang bisa dinikmati pembaca, sibuknya agenda kampus menyita banyak
waktuku untuk baru dapat menyelesaikannya, ya, tapi alhamdulillah akhirnya selesai
juga, walaupun mungkin tak sebaik yang kuharapkan, dan meskipun banyak kisah
yang mungkin tak berhasil kukumpulkan dalam ingatanku lagi, yang pasti, kami
tetap bersemangat menjalankan misi ini, semoga pembaca ikut menikmati
kenikmatan yang membuat kami menikmati misi ini. Aamiin
(Semangat !!! ^_^)
(Semangat !!! ^_^)






2 komentar:
at: 11 Juni 2013 pukul 07.07 mengatakan...
ngiri banget jadinya.... :/
at: 11 Juni 2013 pukul 07.26 mengatakan...
iri kenapa ?, mau ikut atau mau juga ^_^
Posting Komentar