Selasa, 11 Juni 2013

SENAMI "THE NEXT SEASON ))


Jam hampir menunjukkan pukul 16.00 wib, diluar hujan, musyawarah kerja kami di LDF kampus baru saja usai. Tanpa komando hati pikirku lansung melayang kebagaimana kegiatan senami dalam kunjungan minggu ini. Berdasarkan hasil rapat  kemaren agenda kali ini adalah berkebun bersama dan beberapa agenda rutin dalam kunjungan lainnya, sayang sekali aku tak dapat datang kali ini. Jadi ingat, bagaimana kisah dalam kunjungan minggu lalu.
Minggu pagi itu sedikit telat bangun, semalam baru saja usai agenda UNJA EXPO yang dimotori oleh BEM KBM Universitas Jambi dibawah kepemimpinan senior kami yang juga terlibat dalam misi
SAD Senami ini, cuma karena beliau sibuk, jadi jarang ikut, khususnya setelah aku dan rekan-rekan angkatan muda tergabung.
Sedikit menyinggung UNJA EXPO yang merupakan rangkaian acara dari peringatan ulang tahun Universitas jambi yang ke-50, semalam baru saja terpilih Bujang gadis UNJAnya, dan beliau adalah ketua tim dalam misi SAD Senami selama ini, kak Turino. Keluar dari rencana semula yang menetapkan keberangkatan pukul 07.00 wib, pagi yang masih hujan seperti membuat semua tim terjebak dalam rumah masing-masing. Aku yang merasa terjebak sendiri segera menanyakan perihal keberangkatan kali ini. Ternyata tetap jadi, terjadi pergeseran waktu keberangktan menjadi pukul 10.00 wib, dengan bersegera aku bersiap diri mengerjakan pekerjaan yang harus kukerjakan pagi ini terlebih dahulu, tugas besok, sepertinya kami akan keluar dari hutan senami cukup senja, bagimana tidak, berangkat jam 07.00 wib seperti biasa saja pulangnya kesorean, sekarang pukul 10.00 wib, pasti kemalaman, curiga hatiku.
Akhirnya jam 10.00 wib pun tiba, waktunya bergegas, segala keperluan disana belum dipersiapkan. Ana yang kali ini dapat PJ mulai kalang kabut meng-SMS-ku minta bantuan, kali ini cuma kami berdua yang perempuan, ditambah lima anggota laki-laki yang lainnya cukup muat dalam satu mobil keberangktan di pagi menjelang siang yang masih dibaluti gerimis dingin itu. Seperti biasa, dua jam lebih perjalanan, akhirnya lokasi yang menjadi tujuanpun tampak didepan mata.
Suasana teduh dan hening menyelimuti lokasi yang baru saja kami injaki. Warga SAD sedang melakukan aktifitasnya masing-masing. Lansung saja kami beristirahat sejenak di warung dekat masjid tempat kami menyusun rencana sebelum memulai aksi bersama adik-adik SAD. Setelah cukup rileks tak lama kemudian solat zuhurpun tiba, ditambah dua volunter baru kali ini shaf kami dalam berjamaahpun cukup panjang dari yang biasanya. Sebelum benar-benar terjun kelapangan, tak lupa kami mengisi perut terlebih dahulu, makan siang bersama.
                                                       (Berkunjung ke rumah cik yam)

Setelah cukup merasa punya tenaga kembali dari terkurasnya saat melakukan perjalanan kamipun segera meluncur ke tempat Cik Yam, nenek sesepuh yang merupakan warga asli SAD ini adalah tempat kami banyak dapat menggali cerita tentang kehidupan mereka, dan dari pertama kali aku berkunjung, tahun lalu, beliau tampak masih sesehat dulu, semoga umur beliau panjang, doaku diam-diam.
Lama bercerita, bertatap muka dalam gubuk kecil itu, diluar sana adik-adik SAD sudah mulai meriuh , mereka selalu terotomatis berkumpul kalau kami datang, memulai agenda, seperti biasa kami menyanyikan lagu persatuan kami dulu secara berjamaah, ini agar kembali dapat hidupnya energi-energi cinta alam dan lingkungan sebagaimana visi misi kegiatan ini. Setelah nyanyi usai, “adik-adik.. sebelum kita mulai ke agenda inti, kita adakan lomba menggambar terlebih dahulu, kakak sudah persiapkan peralatannya, nanti gunainya sama-sama ya..” pengumuman salah satu anggota tim, ya, sengaja alat dan bahannya sudah kami persiapkan, untuk kertas, sengaja kami gunakan kertas HVS bekas, ini untuk mengajarkan adik-adik senami pengetahuan tentang bagaimana kertas diproses dan efeknya pada lingkungan.
                                         (semangat bersoh-bersih untuk tempat perlombaan)

Akhrinya perlombaanpun dimulai, beberapa mulai menumpahkan apa yang berhasil mereka sketsa dikepala, ada yang menggambar hewan, tumbuhan dan ada juga yang paket lengkap, temanya lingkungan. Memasuki waktu mewarnai, adik-adik senami yang masih polos ini mulai ribut kembali, ada yang minta warna ini dan itu, mereka tampak semangat bermain dengan hasil imajinasi mereka, bisikku dalam hati semoga mereka lebih semangat lagi dalam bermain dengan lingkungan mereka saat ini, hingga ada kemauan untuk tetap menjaga keasrian dan keasliannya.
                        (semanagat dan menikmati perlombaan menggambar, sampai guling-gulinag)

Selang beberapa waktu kemudian, perlombaanpun selesai, pemenangnya sudah ditemukan, “ya, semuanya adalah pemenang, jadi ayo kita foto bersama..” teriak ketua tim, semua tertawa bahagia dengan gambar masing-masing, ima yang awalnya malu-malu malah yang paling heboh saat sesi foto, untuk mendapatkan background alami, sengaja kami keluar dari posyandu tua yang menjadii markas kami selama ini, tidak jauh berjalan menuju latar hutan, kak turino, ketua tim, yang semalam baru dinobatkan sebagai bujang unja dikejar oleh angsa penduduk, tak dapat dihindari lagi, tawapun pecah, tragedi, bujang unja dengan salempang emasnya yang masih berkilau dikejar angsa saat melakukan pengabdian didusun Senami Batang Hari Jambi.
                “waktunya tanam menanam..” ujar sebuah suara dalam keramaian tawa, “ayo ketua tim yang tadi sudah dipilih maju untuk mengambil potnya, kalian wajib menjaga tanaman yang akan kalian tanam bersama ini hingga besar, sekarang mari kita bibitkan dulu”, ajaknya lagi. Semuapun sibuk membicarakan tanaman yang akan mereka tanam dalam pot kecil itu, ada yang durian, nangka dan lain sebagainya, untuk pembibitan, tidak apa-apa bisik kami yang lansung terkejut melihat mereka memilih tanaman tingkat tinggi itu.
(menanam bibit durian)

Sekarang mereka asyik menanam. Menunggu mereka selesai menanam dipinggir hutan, seseorang mengajak turun kebawah, ternyata ada sungai kecil yang sudah dijadikan sebagai MCK pribadi, kak randi, direktur UKM Riset dan penalaran UNJA malah bikin lelucon yang cukup menggelitik perut kami, suasana siang itu tampak memuaskan, akrab dan penuh kesederhanaan, mulai dari perjalanan melewati lumpur saat keberangkatan sampai sore ini, kali ini kami terjebak, semua penumpang harus turun untuk mendorong mobil, kak turino sebagai supir sudah beberapa kali mencoba membebaskan mobilnya, tapi tetap tidak bisa, alhasil semua anak cowok sekarangpun berlumur lumpur merah, salah ambil jalan, semua malah tertawa, menikmati keadaan, aku dan ana yang hanya bisa senyum-senyum di atas mobil melihat tawa mereka mengabadikan moment itu dengan memfotonya.
                                        (kondisi jalan yang menjebak kami beberapa saat)

Magribpun tiba, perjalanan belum usai, beberapa kali mencari mesjid atau mushollah, akhirnya ketemu juga, kamipun berhenti sejenak untuk menunaikan kewajiban, semua bersegera, hari hampir isya, tidak ada jamaah yang melototi pakaian kami yang berlumur lumpur seperti di SPBU saat ashar sore tadi, hanya anak-anak mengaji yang kehilangan gurunya, sambil duduk-duduk di pagar mushollah mereka menyapa kami ramah, “dari mano kak?”, kakak dari senami, ujarku sebelum berlalu, merekapun menyumbangkan sedikit tawa pada wajah-wajah kami yang lelah. Misi hari ini selesai, waktunya istirahat dan berlabuh dirumah masing-masing, dan yang terpikir dibenakku selanjutnya adalah bagaimana menuang kisah ini dalam tulisan yang bisa dinikmati pembaca, sibuknya agenda kampus menyita banyak waktuku untuk baru dapat menyelesaikannya, ya, tapi alhamdulillah akhirnya selesai juga, walaupun mungkin tak sebaik yang kuharapkan, dan meskipun banyak kisah yang mungkin tak berhasil kukumpulkan dalam ingatanku lagi, yang pasti, kami tetap bersemangat menjalankan misi ini, semoga pembaca ikut menikmati kenikmatan yang membuat kami menikmati misi ini. Aamiin
                                                                   (Semangat !!! ^_^)

2 komentar:

Departemen Humas says:
at: 11 Juni 2013 pukul 07.07 mengatakan...

ngiri banget jadinya.... :/

Abdullah Khairul Azam says:
at: 11 Juni 2013 pukul 07.26 mengatakan...

iri kenapa ?, mau ikut atau mau juga ^_^