Langkah pertama kesyukuran ini..
Sang surya dibalik awan tampak
begitu antusias menyemangatiku. Ia
seolah setuju dengan keputusan sekeping hatiku yang baru akan segera tertunai.
Ia pancarkan cahayanya itu tajam-tajam. Ia tembakan sinarnya yang bergerak
dengan kecepatan cahaya memasuki jendela kamar yang sejak subuh tadi sudah
kubuka lebar-lebar. Bagai menyuruh aku bangun, ia colek mataku yang masih
tertutup disamping sajadah. Aku ingat, tadi doaku saat subuh rupanya berujung
dalam keheningan yang panjang, ya, aku tertidur saat membenamkan wajah diatas
sajadah biru itu.
