Sabtu, 06 Oktober 2012

Catatan Akhir semster II



            Fabiaayyiaalaairabbikumatukadzibaan, ayat yang dalam QS. Ar-rahman ini diulang sampai 31 kali oleh Allah SWT, hal ini jelas sekali telah mendeskripsikan pada kita bahwa betapa kita harus banyak-banyak bersyukur atas kemaha murahan-Nya ini. Belum lagi mengetahui bahwa barang siapa yang bersyukur akan ditambah oleh-Nya, sungguh betapa bagaimana bisa aku tidak sangat mencintai ayat yang terdengar sangat lembut ini.
 Lengkap sudah  satu  tahun  jadi  mahasiswa, kalau  dicatatan pertama aku bercerita tentang 
awal kejatuh cintaanku aktif berorganisasi, ini ceritaku tentang gila berkompetisi. Semester dua yang takkan ada duanya. Berkecimpung dalam organisasi membuat aku semakin mudah mendekati orang-orang berprestasi, ya.. karna kebanyakan mahasiswa berprestasi adalah mereka yang aktif  dalam organisasi. Bicara tentang gila berkompetisi aku jadi ingat awal ketika ledakan  inti atom semangat berprestasiku  mengaung dengan sangat dahsyat. Masih kental diingatanku ketika pertama kali di ajak oleh kakak senior  ikut lomba karya tulis, titik awal dari ledakan  semangat ku hari ini.  Aku belum tau apa-apa, jelas.. aku belum  pernah membuat karya tulis. Makanya sangat sensasional ketika sebuah tulisan yang dengan  nestapa kucoba selesaikan  itu akhirnya berakhi r  pada bab penutup. Rasaya bangga bisa menuliskan ide dan gagasan kita sendiri kedalam sebuah karya, seperti orang terhebat saja, karna telah berhasil memimikirkan suatu masalah plus solusinya untuk kemaslahatan umat sedunia.
            Semester dua aku semakin punya banyak link untuk mengembangkan niat dan kemampuanku, SIC Keren Pecinta Ilmu menjadi bascame kami menemukan ide-ide baru, disana, dibawah pohon mimpi kami menerbangkan pikiran jauh-jauh, memikirkan jagad raya dan menemukan ide-ide briliant itu, rasanya sangat bangga memikirkan semua itu, seperti orang yang paling peduli saja didunia ini, ya.. seperti ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Suatu hari di agenda SIC kami terpatri azam untuk mencapai beberapa list-an mimpi yang sudah kami tulis di peta mimpi kami. Kebanyakan diantaranya menjurus keperlombaan luar kota dan provinsi. Suatu malam aku dan sahabatku  jadi terpikir, “koq  rasanya kita lebih semangat lomba ya ketimbang kuliah?, iya ya.. eh, kita harus rumuskan masalah ini, tidak boleh dibiarkan!, sahut sahabatku dengan ekspresi yakinnya.
 Waktu terus berlalu, tiada bulan tanpa berkarya, ibarat makan nasi sampai butir terakhir begitu juga ikhttiar kami mengikuti perlombaan. Mengejar  agar beberapa list-an dipeta mimpi itu kelak bisa tercorekan. Iya.. jangan minum susu saja yang sampai tetes terakhir, juga jangan  makan saja sampai butir terakhir, berusaha juga, janga tanggung-tanggung, karna buah dari kesungguhan memang benar hanya kesuksesan. Man Jadda wajada, kalimat itu menjadi sangat populer di kehidupan para sang pemimpi, ya, kami salah satunya.
            Akhirnya disela-sela kuliah, seperti biasa kami merumuskan bagaimana caranya agar karya kami bisa diakui ditingkat nasional, dugaan bahwa kami lebih semangat ikut lomba ketimbang kuliah masih kental terasa, tapi bersyukur ternyata hal itu tidak terlalu miris, terbukti bahwa IP kami masih mampu menjadi tiket kami untuk ngontrak penuuh lagi tahun ini. Kebahagiaan dan kepuasaan hati makin tak bisa terbendung lagi ketika mengetahui salah satu karya kami di terima ditingkat nasional, mimpi yang sudah lama sekali ingin segera terwujud. Aku ingat betul,  malam  itu aku terasa sangat lelah, seharian dikampus membuat energi selalu terkuras tanpa sisa, tapi saat sedang menjalaninya semua itu tidak terasa, ia menjadi sangat melelahkan saat malam tiba, saat kita mulai mengistirahatkannya. “barang siap yang pada malam hari terasa lelah oleh aktifitasnya siang hari, maka Allah mengampuni dosanya hari  itu” HR:..). Kurang  lebih begitu yang pernah  kudengar dalam kajian mentoring mingguanku.  Fabiayyiaalaairabbikumatukadzibaan, Subhaanallah, betapa pemurahnya engkau ya rabb.
Entah kenapa malam itu aku sangat malas melakukan apa-apa, walaupun lelah biasanya aku tetap sibuk dengan laptopku melakukan apa saja dan menulis apa yang kurasa, tapi tidak untuk malam itu. Kubaringkan tubuhku  sambil mata menerawang kelangit-langit atap, aku bingung harus melakukan apa, sambil menunggu inspiras datang tiba-tiba nada pesan Liszt dari BBCku (plesetan nokia 1280) melantun syahdu, mengusik kebing unganku. “ vo.. dirimu lulus..” itulah pesan singkat yang kubaca. Hatiku  melonjak terkejut mendengarnya, bagai pantulan bola bekel aku tidak percaya. Akhirnya dengan  tidak sabar jariku menyampaikan pesan yang tergesa-gesa keluar dari kepalaku, “ iy apa, apa coba judulnya?” tanyaku mencari titik keyakinan benar tidaknya berita yang kuharap itu. Tak lama menunggu balasannya akupun segera memberi tau rekanku. Ana yang juga tidak percaya terkejut dan  lansung mengeceknya, sedangkan aku hanya bisa harap-harap cemas menunggu kepastian, kuota modemku sedang habis, jadi aku tidak bisa melihat dan merasakan sensasinya lansung.
            Akhirnya  kutunggu dengan sabar. Beberapa menit kemudian pesan itu datang, ya, aku lulus seleksi, betapa bersyukurnya aku, berita yang sudah sejak lama kunanti-nanti, namaku disebut, di beberapa titik-titik tertentu aku sudah dikenal, begitu juga rekanku, aku jadi tidak sabar menunggu datangnya besok, pasti akan banyak ucapan selamat, bisik hatiku bergurau sendiri.
            Teringat ketika aku menjadi MARU dulu, aku yang paling tidak bisa tidak kagum kalau melihat sesuatu yang membuat rinding bulu romaku berazam waktu itu, aku akan menjadi mahasiswa yang namnaya juga disebut sebagai sosok yang berprestasi nanti, seperti kakak berprestasi yang sering tampil di slide acara organisasi, semoga. Amin, itu doaku . Lulus seleksi sudah kebanggaan terbesar bagiku, apalagi ini tingkat nasional, sudah lama hatiku menggeram  ketika beberapa karya yang kini terlahir oleh sabarnya hati dengan geraman  itu sekarang menjadi mozaik-mozaik yang mengantarku  kesini, ke Makassar. Kota yang beberapa bulan lalu kutulis dalam peta mimpi sebagai kota yang harus ku jamah tahun ini. ya benar. Tulis mimpimu kelak kamu akan melihat coretan-coretan keberhasilan atas usahamu !, kalimat yang sering ku dengar dari para motivator luar biasa negeri.
Akhirnya berita bagus itu segera kulayangkan kekampung halaman, kepemilik syurgaku, ibuk tercinta yang senantiasa menjadi sumber semangat dan motivasiku untuk selalu berkarya dan berprestasi demi membuat hati beliau senantiasa bersyukur pernah melahirkanku , tak lupa pula kukabarkan juga kakak-kakakku, dengan bangganya aku bercerita pada beliau, karna apa? Karna  dulu beliau sempat menegurku agar pandai-pandai hidup dirantau orang, tidak perlu muluk-muluk dan banyak tingkah. Jelas aku juga yang salah, uang  jajan habis untuk ikut lomba aku laporin, berharap diganti sebenarnya, yang dapat malah teguran agar fokus kuliah saja.  seharusnya kan tidak seperti itu toh, tapi tak mengapa, sekarang aku sudah tau triknya.
            Beberapa karya yang sudah pernah ku kirim memang baru bisa mengantar kami sebagai finalis, belum sebagai pemenangnya, tapi itu awal yang cukup bagus menurutku, semoga di catatan akhir semster tiga nanti aku bisa bercerita lebih banyak keberhasilan lagi pada para pembaca sekalian, menulis sejarah sendiri, ya.. kita yang melakoni dan kita sutradaranya. Semoga, Amiin.
             Tidak penting apa profesi kita dan  sebesar apa pengaruhnya, yang terpenting adalah bagaimana dengan profesi yang ada kita bisa menjadi orang yang besar pengaruhnya” itu pijakan yang selalu ku gunakan ketika penyakit minderku kambuh. Ya, menjadi mahasiswa memang banyak sekali yang bisa dilakukan, kadang aku menjadi iri pada leadreship teman-temaku yang bagus dan sebagainya, aku sering kali mencoba agar seperti mereka, tapi pada kondisi tertentu aku memang tidak berbakat, tapi itu tidak begitu bermasalah, kalau kata ustadz Solikhin dalam bukunya Quantum Tarbiyah,  “Jadilah nomor satu dibidangmu, karna lebih baik nomor satu bagi diri sendiri dari pada nomor dua dibawah bayang-bayang sukses orang lain”. Menulis adalah area yang sedang kunikmati sekarang, masih teringat olehku waktu itu, ketika seniorku menanyakan karya yang sudah penrnah dibuat untuk melengkapi CV, (-) belum ada, betapa malunya aku, melihat halaman atas dan bawah berbeda sangat jauh, beliau sudah melahirkan banyak tulisan sampai-sampai Cvnya 3 halaman, sementara CVku tidak sampai satu halaman penuh. Sekarang “ tidak lagi, karyaku  mendekati angka 20,  walaupun perbandingan keberhasilannya 1; 5 sebagai pemula tentu saja hal ini sesuatu yang sudah membuat hatiku bangga. Hanya saja satu yang sedang kupikirkan, khawatir semua ide dan gagasan yang sudah dengan susah  payah dipikirkan oleh para pecinta karya ilmiah ini hanya sebatas tulisan, apa gunanya kalau begitu.
Intinya yang ingin ku sampaikan adalah baik membaca maupun menulis adalah  sesuatu yang urgent , mereka kunci ilmu pengetahuan. Berharap, para pembaca jadi semangat juga menulis, karna kadang apa yang ada dipikiran kita ternyata sesuatu yang sedang dicari-cari oleh orang kebanyakan, sayang jika disia-siakan, maka abadikan dalam tulisan. Semoga yang membaca dapat sesuatu yang bermanfaat. Itu cerita semester duaku. Berbagi pada dunia lewat goresan pena (n_n)
Untuk kakak-kakak super dan luar biasa, terimakasih banyak semangat , motivasi dan bimbingannya..
Untuk sahabat-sahabat terhebatku, terimakasih kebersamaan dan cintanya, berharap bisa lebih banyak lagi bisa mengukir prestasi bersama kalian..
Untuk adik-adik 2012, yuk gabung, kalau butuh apa-apa dan kakak sanggup, kakak-kakak kalian ni siap membantu...^_^. Bukan begitu kakak-kakak sekalian...???
           

4 komentar:

Rohmanto says:
at: 6 Oktober 2012 pukul 20.21 mengatakan...

Selamat... :)

Abdullah Khairul Azam says:
at: 7 Oktober 2012 pukul 01.29 mengatakan...

Syukran Katsir kak... (n_n)

Rohmanto says:
at: 7 Oktober 2012 pukul 09.01 mengatakan...

di share ke teman2 juga lah...
post di fb juga biar banyak yang kunjungan

Unknown says:
at: 24 April 2014 pukul 09.29 mengatakan...

pengen bisa nulis KTI juga kayak kakak dan bisa kemana-mana :) udah dari semester 2 tapi masih ragu dengan kemampuan menulis yang tak seberapa ini dan nggak tau mau bertanya ke siapa :) semoga kakak bisa membantu,masih dalam tahap menyemangati diri untuk bisa menulis kak :D hehe