Fabiaayyiaalaairabbikumatukadzibaan,
ayat yang dalam QS. Ar-rahman ini diulang sampai 31 kali oleh Allah SWT, hal
ini jelas sekali telah mendeskripsikan pada kita bahwa betapa kita harus
banyak-banyak bersyukur atas kemaha murahan-Nya ini. Belum lagi mengetahui
bahwa barang siapa yang bersyukur akan ditambah oleh-Nya, sungguh betapa
bagaimana bisa aku tidak sangat mencintai ayat yang terdengar sangat lembut
ini.
Lengkap sudah satu tahun
jadi mahasiswa, kalau dicatatan pertama aku bercerita tentang
awal kejatuh cintaanku aktif berorganisasi, ini ceritaku tentang gila berkompetisi. Semester dua yang takkan ada duanya. Berkecimpung dalam organisasi membuat aku semakin mudah mendekati orang-orang berprestasi, ya.. karna kebanyakan mahasiswa berprestasi adalah mereka yang aktif dalam organisasi. Bicara tentang gila berkompetisi aku jadi ingat awal ketika ledakan inti atom semangat berprestasiku mengaung dengan sangat dahsyat. Masih kental diingatanku ketika pertama kali di ajak oleh kakak senior ikut lomba karya tulis, titik awal dari ledakan semangat ku hari ini. Aku belum tau apa-apa, jelas.. aku belum pernah membuat karya tulis. Makanya sangat sensasional ketika sebuah tulisan yang dengan nestapa kucoba selesaikan itu akhirnya berakhi r pada bab penutup. Rasaya bangga bisa menuliskan ide dan gagasan kita sendiri kedalam sebuah karya, seperti orang terhebat saja, karna telah berhasil memimikirkan suatu masalah plus solusinya untuk kemaslahatan umat sedunia.
awal kejatuh cintaanku aktif berorganisasi, ini ceritaku tentang gila berkompetisi. Semester dua yang takkan ada duanya. Berkecimpung dalam organisasi membuat aku semakin mudah mendekati orang-orang berprestasi, ya.. karna kebanyakan mahasiswa berprestasi adalah mereka yang aktif dalam organisasi. Bicara tentang gila berkompetisi aku jadi ingat awal ketika ledakan inti atom semangat berprestasiku mengaung dengan sangat dahsyat. Masih kental diingatanku ketika pertama kali di ajak oleh kakak senior ikut lomba karya tulis, titik awal dari ledakan semangat ku hari ini. Aku belum tau apa-apa, jelas.. aku belum pernah membuat karya tulis. Makanya sangat sensasional ketika sebuah tulisan yang dengan nestapa kucoba selesaikan itu akhirnya berakhi r pada bab penutup. Rasaya bangga bisa menuliskan ide dan gagasan kita sendiri kedalam sebuah karya, seperti orang terhebat saja, karna telah berhasil memimikirkan suatu masalah plus solusinya untuk kemaslahatan umat sedunia.
Semester dua aku semakin punya
banyak link untuk mengembangkan niat dan kemampuanku, SIC Keren Pecinta Ilmu
menjadi bascame kami menemukan ide-ide baru, disana, dibawah pohon mimpi kami
menerbangkan pikiran jauh-jauh, memikirkan jagad raya dan menemukan ide-ide
briliant itu, rasanya sangat bangga memikirkan semua itu, seperti orang yang
paling peduli saja didunia ini, ya.. seperti ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Suatu
hari di agenda SIC kami terpatri azam untuk mencapai beberapa list-an mimpi
yang sudah kami tulis di peta mimpi kami. Kebanyakan diantaranya menjurus
keperlombaan luar kota dan provinsi. Suatu malam aku dan sahabatku jadi terpikir, “koq rasanya kita lebih semangat lomba ya ketimbang
kuliah?, iya ya.. eh, kita harus rumuskan masalah ini, tidak boleh dibiarkan!,
sahut sahabatku dengan ekspresi yakinnya.
Waktu terus berlalu, tiada bulan tanpa berkarya,
ibarat makan nasi sampai butir terakhir begitu juga ikhttiar kami mengikuti
perlombaan. Mengejar agar beberapa
list-an dipeta mimpi itu kelak bisa tercorekan. Iya.. jangan minum susu saja
yang sampai tetes terakhir, juga jangan makan
saja sampai butir terakhir, berusaha juga, janga tanggung-tanggung, karna buah
dari kesungguhan memang benar hanya kesuksesan. Man Jadda wajada, kalimat itu
menjadi sangat populer di kehidupan para sang pemimpi, ya, kami salah satunya.
Akhirnya disela-sela kuliah, seperti
biasa kami merumuskan bagaimana caranya agar karya kami bisa diakui ditingkat
nasional, dugaan bahwa kami lebih semangat ikut lomba ketimbang kuliah masih
kental terasa, tapi bersyukur ternyata hal itu tidak terlalu miris, terbukti
bahwa IP kami masih mampu menjadi tiket kami untuk ngontrak penuuh lagi tahun
ini. Kebahagiaan dan kepuasaan hati makin tak bisa terbendung lagi ketika
mengetahui salah satu karya kami di terima ditingkat nasional, mimpi yang sudah
lama sekali ingin segera terwujud. Aku ingat betul, malam itu
aku terasa sangat lelah, seharian dikampus membuat energi selalu terkuras tanpa
sisa, tapi saat sedang menjalaninya semua itu tidak terasa, ia menjadi sangat
melelahkan saat malam tiba, saat kita mulai mengistirahatkannya. “barang siap
yang pada malam hari terasa lelah oleh aktifitasnya siang hari, maka Allah
mengampuni dosanya hari itu” HR:..).
Kurang lebih begitu yang pernah kudengar dalam kajian mentoring
mingguanku. Fabiayyiaalaairabbikumatukadzibaan, Subhaanallah, betapa pemurahnya
engkau ya rabb.
Entah
kenapa malam itu aku sangat malas melakukan apa-apa, walaupun lelah biasanya
aku tetap sibuk dengan laptopku melakukan apa saja dan menulis apa yang kurasa,
tapi tidak untuk malam itu. Kubaringkan tubuhku sambil mata menerawang kelangit-langit atap,
aku bingung harus melakukan apa, sambil menunggu inspiras datang tiba-tiba nada
pesan Liszt dari BBCku (plesetan
nokia 1280) melantun syahdu, mengusik kebing unganku. “ vo.. dirimu lulus..”
itulah pesan singkat yang kubaca. Hatiku melonjak terkejut mendengarnya, bagai pantulan
bola bekel aku tidak percaya. Akhirnya dengan tidak sabar jariku menyampaikan pesan yang
tergesa-gesa keluar dari kepalaku, “ iy apa, apa coba judulnya?” tanyaku
mencari titik keyakinan benar tidaknya berita yang kuharap itu. Tak lama
menunggu balasannya akupun segera memberi tau rekanku. Ana yang juga tidak
percaya terkejut dan lansung
mengeceknya, sedangkan aku hanya bisa harap-harap cemas menunggu kepastian,
kuota modemku sedang habis, jadi aku tidak bisa melihat dan merasakan
sensasinya lansung.
Akhirnya kutunggu dengan sabar. Beberapa menit kemudian
pesan itu datang, ya, aku lulus seleksi, betapa bersyukurnya aku, berita yang
sudah sejak lama kunanti-nanti, namaku disebut, di beberapa titik-titik
tertentu aku sudah dikenal, begitu juga rekanku, aku jadi tidak sabar menunggu
datangnya besok, pasti akan banyak ucapan selamat, bisik hatiku bergurau
sendiri.
Teringat ketika aku menjadi MARU
dulu, aku yang paling tidak bisa tidak kagum kalau melihat sesuatu yang membuat
rinding bulu romaku berazam waktu itu, aku akan menjadi mahasiswa yang namnaya
juga disebut sebagai sosok yang berprestasi nanti, seperti kakak berprestasi
yang sering tampil di slide acara organisasi, semoga. Amin, itu doaku . Lulus
seleksi sudah kebanggaan terbesar bagiku, apalagi ini tingkat nasional, sudah
lama hatiku menggeram ketika beberapa
karya yang kini terlahir oleh sabarnya hati dengan geraman itu sekarang menjadi mozaik-mozaik yang
mengantarku kesini, ke Makassar. Kota
yang beberapa bulan lalu kutulis dalam peta mimpi sebagai kota yang harus ku
jamah tahun ini. ya benar. Tulis mimpimu kelak kamu akan melihat
coretan-coretan keberhasilan atas usahamu !, kalimat yang sering ku dengar dari
para motivator luar biasa negeri.
Akhirnya
berita bagus itu segera kulayangkan kekampung halaman, kepemilik syurgaku, ibuk
tercinta yang senantiasa menjadi sumber semangat dan motivasiku untuk selalu
berkarya dan berprestasi demi membuat hati beliau senantiasa bersyukur pernah
melahirkanku , tak lupa pula kukabarkan juga kakak-kakakku, dengan bangganya
aku bercerita pada beliau, karna apa? Karna dulu beliau sempat menegurku agar
pandai-pandai hidup dirantau orang, tidak perlu muluk-muluk dan banyak tingkah.
Jelas aku juga yang salah, uang jajan
habis untuk ikut lomba aku laporin, berharap diganti sebenarnya, yang dapat
malah teguran agar fokus kuliah saja. seharusnya kan tidak seperti itu toh, tapi tak
mengapa, sekarang aku sudah tau triknya.
Beberapa karya yang sudah pernah ku
kirim memang baru bisa mengantar kami sebagai finalis, belum sebagai
pemenangnya, tapi itu awal yang cukup bagus menurutku, semoga di catatan akhir
semster tiga nanti aku bisa bercerita lebih banyak keberhasilan lagi pada para
pembaca sekalian, menulis sejarah sendiri, ya.. kita yang melakoni dan kita
sutradaranya. Semoga, Amiin.
“ Tidak
penting apa profesi kita dan sebesar apa
pengaruhnya, yang terpenting adalah bagaimana dengan profesi yang ada kita bisa
menjadi orang yang besar pengaruhnya” itu pijakan yang selalu ku gunakan
ketika penyakit minderku kambuh. Ya, menjadi mahasiswa memang banyak sekali
yang bisa dilakukan, kadang aku menjadi iri pada leadreship teman-temaku yang
bagus dan sebagainya, aku sering kali mencoba agar seperti mereka, tapi pada
kondisi tertentu aku memang tidak berbakat, tapi itu tidak begitu bermasalah,
kalau kata ustadz Solikhin dalam bukunya Quantum Tarbiyah, “Jadilah nomor satu dibidangmu, karna lebih
baik nomor satu bagi diri sendiri dari pada nomor dua dibawah bayang-bayang
sukses orang lain”. Menulis adalah area yang sedang kunikmati sekarang, masih
teringat olehku waktu itu, ketika seniorku menanyakan karya yang sudah penrnah
dibuat untuk melengkapi CV, (-) belum ada, betapa malunya aku, melihat halaman
atas dan bawah berbeda sangat jauh, beliau sudah melahirkan banyak tulisan sampai-sampai
Cvnya 3 halaman, sementara CVku tidak sampai satu halaman penuh. Sekarang “
tidak lagi, karyaku mendekati angka 20, walaupun perbandingan keberhasilannya 1; 5 sebagai
pemula tentu saja hal ini sesuatu yang sudah membuat hatiku bangga. Hanya saja
satu yang sedang kupikirkan, khawatir semua ide dan gagasan yang sudah dengan
susah payah dipikirkan oleh para pecinta
karya ilmiah ini hanya sebatas tulisan, apa gunanya kalau begitu.
Intinya
yang ingin ku sampaikan adalah baik membaca maupun menulis adalah sesuatu yang urgent , mereka kunci ilmu
pengetahuan. Berharap, para pembaca jadi semangat juga menulis, karna kadang
apa yang ada dipikiran kita ternyata sesuatu yang sedang dicari-cari oleh orang
kebanyakan, sayang jika disia-siakan, maka abadikan dalam tulisan. Semoga yang
membaca dapat sesuatu yang bermanfaat. Itu cerita semester duaku. Berbagi pada
dunia lewat goresan pena (n_n)
Untuk
kakak-kakak super dan luar biasa, terimakasih banyak semangat , motivasi dan bimbingannya..
Untuk
sahabat-sahabat terhebatku, terimakasih kebersamaan dan cintanya, berharap bisa
lebih banyak lagi bisa mengukir prestasi bersama kalian..
Untuk
adik-adik 2012, yuk gabung, kalau butuh apa-apa dan kakak sanggup, kakak-kakak
kalian ni siap membantu...^_^. Bukan begitu kakak-kakak sekalian...???

4 komentar:
at: 6 Oktober 2012 pukul 20.21 mengatakan...
Selamat... :)
at: 7 Oktober 2012 pukul 01.29 mengatakan...
Syukran Katsir kak... (n_n)
at: 7 Oktober 2012 pukul 09.01 mengatakan...
di share ke teman2 juga lah...
post di fb juga biar banyak yang kunjungan
at: 24 April 2014 pukul 09.29 mengatakan...
pengen bisa nulis KTI juga kayak kakak dan bisa kemana-mana :) udah dari semester 2 tapi masih ragu dengan kemampuan menulis yang tak seberapa ini dan nggak tau mau bertanya ke siapa :) semoga kakak bisa membantu,masih dalam tahap menyemangati diri untuk bisa menulis kak :D hehe
Posting Komentar